Bodoh dan Biadab terhadap pelaku Bom Di Makassar

Bodoh dan Biadab

Apapun alasannya. Apapun motivasinya. Tidak ada ajaran agama yang menganjurkan para pemeluknya untuk melakukan tindakan konyol. 

Bom bunuh diri yang diadopsi dari para teroris, baik ISIS atau Al Qaida, Jundullah maupun Daulah Ansoru Tauhid, Boko Haram, Jamaah Islamiyah atau apapun itu tidak dapat dibenarkan.

Sungguh ...! 
Ledakan yang biadab dan bodoh ini tidak dapat ditolerir. Meskipun hanya menewaskan pelakunya sendiri, pihak kepolisian harus lebih tegas lagi. 

Densus 88 Mabes Polri harus diacungi jempol. Selama ini berhasil menggulung serangkaian teror di negeri ini. Oleh sebab itu harus didukung oleh semua pihak.

               KH. Nuril Arifin Husein, M.B.A 

Sebagai salah satu pendiri Forkhagama, atau forum keadilan dan hak asasi umat beragama. Saya mengutuk keras tindakan peledakan diri di depan gereja Katedral di Makasar ini.

Kalian mati sangit. Bukan mati sahid, ini tindakan keliru. Indonesia negara damai bukan negara perang. Tidak ada alasan kalian membikin kacau. 

Maka saya menginstruksikan bagi setiap anggota PGN ( Patriot Garuda Nusantara ) untuk membantu sepenuhnya pihak Kepolisian, baik Densus 88 atau BNPT.
Bagi saudara yang sedang melaksanakan Misa atau peribadatan di Gereja, mohon jangan takut untuk tetap beribadah di tempat peribadatan masing-masing.

Yakinlah .... Pihak kepolisian akan mengamankan. Kami semua siap membantu yang berwajib. Selanjutnya sebagai seorang  muslim, kami mohon maaf. Ada kelompok radikal telah mengganggu kehormatan ibadah kalian.

Densus 88 harusnya ditingkatkan level komandonya, setara Bareskrim Baharkam atau Intelpam, sehingga Komandannya selevel Komjen. Dengan cakupan operasi lebih luas mengingat kondisi negara menghadapi pilpres 2024. Indonesia hanya menggantungkan Densus 88 kiprahnya selama ini, tetapi penghargaan masih sangat kurang. Densus 88 dan Brimob harus dipimpin oleh Komjen sehingga penghargaannya setara dengan medan tugasnya.

_oleh: KH. Nuril Arifin. MBA (Gus Nuril)_
Show comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel