Pengeboman di Makassar itu berisi pesan Untuk Kapolri

Gus Nuril Arifin Husein: Bom itu berisi pesan buat Kapolri

Maka.....
tolong Presiden anjurkan agar kapolri berkunjung ke pesantren pesantren NU. 
Karena mereka yang selama ini mengelola masa. 
Bukan hanya ke PBNU Organisasi jamiyah saja. Tetapi juga sambang dan menjalin silaturahmi ke lembaga Pesantren NU.

Para kiyai pesantren inilah Yang mengendalikan dan memegang masa. Pemimpin informal dan tidak masuk struktur kepengurusan ini adalah organisasi jama'ah yang berkharisma dan solid.

Dan soliditas itu ditangan kiyai kiyai pesantren.yang tidak nampak di permuka an. Disebut ;
kiyai kampung atau kiyai pondok.
Ini yang tidak di fahami oleh pemerintah. 

Di zaman Orba pun seorang panglima ABRI yang beragama nasrani, jendral lb Moerdani juga berkunjung ke pesantren pesantren di dki jakarta, jabar, jateng dan jatim. Bahkan ke Semarang . 

Menurut saya...
bom gereja katedral dan kebakaran kilang minyak di Indramayu itu terencana. ada pesen khusus untuk kapolri yang kebetulan  beragama nasrani. 
    Gus Nuril bersama Marsekal TNI Dr. Hadi
    Tjahjanto, S.I.P 

Mereka kelompok sakit hati, pengusung khilafah dan Arab spring itu merasa hak islam di kebiri. 
Maka....
jawaban yang tepat adalah dengan silaturahmi ke pesantren NU.... 

Jika mungkin. ....
Ini sekedar saran seorang gedibal ;
sebaiknya Kapolri punya hotline yang gampang dihubungi. Bukan oleh elit politik dan para pejabat saja. Lalu menutup diri terhadap masyarakat bawah

 Tulisan ini tidak hitam putih. Kapolri islam juga banyak bom meledak. Nah apalagi Kristen... Maka menjalin silaturahmi dan mendayagunakan masyakarat itu perlu. Maaf nggih diskusinya bukan hitam putih. Diskusinya mencari jalan keluar agar bangsa ini damai, tentram dan aman... Suwun
Show comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel