Gus Nuril : Untuk Sahabat selamat jalan waliyullah

Selamat jalan Sahabat
Selamat jalan waliyullah

                               KH. Uci Turtusy
Beliau masih muda usianya beberapa tahun di bawahku.
Tetapi .....
ke wilayahan nya tidak ada banding.

Kyai Uci... Saya nemanggilnya Gus Uci ( KH Uci Turtusy),
Putra Hadratusy syeikh Romo Kiyai Haji Dimyati Pasar Kemis, Tangerang Banten ini kampiun.Dikapnta penuh lemah lembut.
*Ora Ono balung kan Eri ne* (ke). Tetapi sangat memang prinsip.
Dan *NU tulen*. 

Beliau juga terkenal alim dan komplit ilmunya. Artinya....
menguasai berbagai ilmu dengan tingkat kefasihan yang tinggi.

Santrinya berjumlah puluhan ribu. Sehingga pengajian Minggu pagi, yang biasa dilakukan, meluber kemana mana. Pola Kehidupan nya sederhana sangat wiro'i dan cebderung Zuhud.

Dunia asketik dan esoterm itu, dilayari dengan *sampan sabar dan murah senyum*. Sehingga .....
kami bertiga ;
Yaitu Gus Dur ( Hadratusy syeikh KH Abdurahman Wahid ) dan  Gus Uci serta saya bersahabat erat.

Diantara kami bertiga, saya sendiri yang tidak menguasai ilmu apa apa. Paling pupuk bawang. Tetapi beliau berdua ( Allahumma yarkham) amat sangat menyayangi ku.

Tercatat .....
Dua kali  kami pernah ceramah bareng satu panggung.
lalu dua kali juga saya di undang untuk menyam-paikan ceramah di Pesantren nya.

Duh Gusti...
Mengapa hampir setiap hari , orang orang suci, dan kiyai NU di panggil pulang ke hadirat Mu ?

Sehingga seolah Engkau 
Menyisakan para *santri buki* seperti saya ini..?!

Santri  bengal yang gak menguasai ilmu apa - apa..... 

Duh Gus Uci...
Duh Sahabat... 
Engkau pernah berpesan kepadaku, untuk menyelesaikan tugas Gus Dur ,;
Aku yang menjahit bumi Pertiwi. 
Sedangkan  egkau yang menjaga gawang Islam Ala Indonesia.

Kini .....
setelah Gus Dur nyaponi jalan untuk kita dan para sahabatnya di akhwrat . Kok malah  Sekarang engkau ikut nyusul Gus Dur pulang tho...?!
Lha siapa yang jaga gawang ,?!

Duh sahabat,

Teriring luapan air mata, sekaligus syukur . saya lepas engkau pulang. Saya Ikut bahagia, dan apakah  engkau sudah bertemu Gus Dur ..?!

********
Duh Gusti...
Bagaimana nasib timun wungkuk ini ...?! 
Sendiri tanpa sahabat tanpa guru.Tiada Bapak dan saudara untuk melayari langit.

*Allah Huma Inna nas aluka ridloka wal Jannah wa naudzu bika min Sakhotika wan nar ya Aziz ya Ghofar ya rabbal alamin*...
Tambahan Doa teruntuk sahabat langitku :

*Allah Huma salimna min affati Dunya wal akherat wa fitnati hima innaka ala kulli sya'iin Qodir...
Gusti..... Aminnn

Catatan untuk seorang sahabat 
KH. Nuril Arifin Husein, M.B.A
Show comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel